Aktualisasi Diri di Tengah keterbatasan

Gambar : pinterest.com @behance


APA ITU AKTUALISASI DIRI?

Jika berbicara Aktualisasi, banyak yang merujuk pada konsep Abraham Maslow seorang Psikolog asal Amerika. Menurut Maslow Aktualisasi diri adalah proses untuk menjadi segala sesuatu yang seseorang mampu menjadi. Dimana seorang bisa mengaktualisasikan dirinya setelah dapat memenuhi kebutuhan  yang digambarkan dengan Piramida Hierarki Kebutuhan dan diklasifikasikan menjadi 5 (lima) tingkatan.

Gambar : pinterest.com by @caroline



Hierarki Kebutuhan Menurut Maslow : 

  1. Kebutuhan yang pertama yaitu yang paling dasar, Kebutuhan Fisiologis seperti kebutuhan akan makan, minum, udara, tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya;
  2. Kebutuhan Rasa Aman ialah kebutuhan  akan keselamatan/keamanan, stabilitas dan ketertiban.  Bukan hanya keamanan fisik tapi meliputi juga seperti banyaknya uang di rekening hhh;
  3. Kebutuhan Sosial seperti kasih sayang, cinta, kepemilikan, dan penerimaan;
  4. Kebutuhan Ego (Egoistic Needs) meliputi kesuksesan, kepuasan pribadi, reputasi, kalau sekarang bahasanya itu butuh validasi dari diri maupun orang lain;
  5. Yang paling terakhir atau yang paling puncak yaitu Aktualisasi Diri, dimana seseorang setelah 4 (empat) tahap kebutuhan di atas terpenuhi maka akan berada pada puncak kebutuhan yaitu Aktualisasi Diri. Seorang yang mampu mengenali dirinya, akan  potensinya dan menjadi sesuatu yang seorang mampu menjadi. Contohnya seperti seorang yang punya suara indah dan gemar bernyayi bercita-cita menjadi Diva dan akhirnya dimasa depan dia menjadi Penyanyi Diva terkenal.

Dari konsep hierarki kebutuhan Maslow dapat kita lihat untuk bisa mengaktualisasikan diri, kebutuhan yang paling dasar harus terpenuhi untuk memotivasi sesorang naik ke tingkatan kebutuhan yang lebih tinggi dan seterusnya. 

Lalu bagaimana dengan kondisi seorang yang merasa tidak bisa mengaktualisasikan dirinya. Yang merasa terjebak pada jeratan waktu yang membelenggu dan keadaan yang terus-menerus membuat orang itu hanya bisa memenuhi kebutuhan yang paling dasar (kebutuhan fisiologis). Yups sekedar untuk bisa makan dan minum (hanya hidup).

Jangan putus asa bestie, selama nikmat sehat itu ada, kalian sudah punya modal yang sangat luar biasa untuk menjalani hidup ini. Banyak kisah inspiratif di luar sana dari orang-orang hebat yang berangkat dari keterbatasan. Ada banyak anak yang dulunya menahan lapar demi membiayai pendidikannya untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka dan akhirnya mampu menjadi apa yang mereka kehendaki.

Jika kalian pernah baca buku Filosofi Teras maka ada yang namanya dikotomi kendali. Fokus pada apa yang bisa kalian rubah dan apa yang memang tidak bisa dirubah. So, dari sini kita bisa melihat dengan jelas kita akan berangkat dari mana. Sedikit contoh, seorang yang punya alergi makanan tertentu, maka itu suatu yang diluar kendali kita suatu yang tidak bisa dirubah. Namun beda halnya dengan sifat malas, itu sebuah prilaku yang bisa di rubah. Dikotomi kendali seperti halnya bagaimana mengenali diri kita sendiri.

Dan jika kalian merasa hidup tidak berarti dan begitu berat, sehingga tidak ada keinginan dalam diri untuk sekedar bermimpi dan terus maju. Maka Mimin teringat buku Yes to Life by Viktor E. Frankl dengan slogan bukunya “Katakan Ya pada Kehidupan Apa pun yang Terjadi”. Bagaimana Frankl bertahan dalam Kamp konsentrasi Nazi yang tidak tahu akankah ada hari kebebasan itu?. Dan akankah sanggup hidup setelanya. Istri dan orang tuanya tewas pada peristiwa holocaust saat itu. Bagaimana cara memulai hidup? Sungguh, Mimin merasa nggak sanggup membayangkan jika mengalami hal semacam itu. Dari buku Yes to Life mampu memotivasi dan membuka lebar pikiran ini untuk menyikapi berbagai rintangan dalam hidup. Dan sudah seharusnya manusia itu terlatih menderita. 

Tips Bagaimana Mengaktualisasikan Diri :

1. Mengenali dan penerimaan akan diri

Seperti yang saya sampaikan diatas, konsep dikotomi kendali membantu kita mengenali diri. Apa saja sih kekurangan kita yang bisa kita rubah dan kembangkan lalu apa saja hal-hal yang tidak bisa kita rubah, lebih aware lagi dengan kondisi kita.

2. Berani Bermimpi

Jangan pernah takut bermimpi apapun yang terjadi. Seperti halnya dalam buku Yes to Life. Jangan berputus asa meski di hadapkan dalam suatu keadaan yang sangat rendah ataupun berbahaya. Tidak seorangpun boleh menilai tinggi-rendahnya hidup kita. Tidak ada peran yang terlalu kecil atau besar. Hidup kita adalah yang kita maknai.

3. Wujudkan

Setelah mengenali diri dan berani bermimpi apalagi kalau bukan mewujudkannya. Mulai saja dari hal kecil yang bisa kita ubah. Jangan tetap menjadi dirimu di masa lalu. Jika dulu kamu seorang yang malas tidak suka baca buku maka kamu yang sekarang bisa khatam 3 (tiga) buku dalam satu bulan. Pada intinya fokus pada apa yang bisa kita kerjakan saat ini tentunya hal itu yang akan mengantar kita lebih dekat dengan mimpi kita.


Dari tips di atas, semoga dapat membantu kalian untuk bisa mengaktualisasikan diri dengan baik, memang tidak bisa disamaratakan bagaimana seorang dapat mengaktualisasikan dirinya seperti yang di nyatakan Maslow. Ada yang mengalami kelaparan, ada yang fisiknya kurang namun tetap dapat mengaktualisasikan dirinya. Tekad dan Niat adalah nomor wahid. Tetap semangat ya kalian semua. 🙆


Komentar

Postingan Populer