Pelajaran 2024
Intro :
Ketahuilah setiap kata yang tertulis, bahan bakarnya adalah air mata.
I
Kehilangan bisa datang bertubi-tubi
Kematian menjemput siapa saja tanpa aba
Ya, kehilangan kembali menyapa
Sekali lagi belajar
Menahan duka.
II
Kemudian kemalangan juga tak mengenal waktu
Tak peduli siapa, kau dihantam membabi buta
Berjanjilah kau tak kan jadi Manusia sepertinya
Yang terbaik adalah yang mau hidup bermartabat
Hal hebat tidak diraih dengan mudah
Contoh nyata sebanyak apapun gelar maupun jabatan juga usia yang semakin matang kadang tak cukup membuat manusia belajar mana yang penting dan yang fana.
Juga terkadang diam itu bukan emas mungkin itu takut atau menghindar atau tak peduli?
Lagi-lagi memang tak pandai menahan diri
Kalau bisa ngamuk, Ngamuk
Kalau bisa lawan, Lawan
KAU NEKAT TERJUN BEBAS
III
Tak sempat berduka dengan baik dan benar
Kau tahu rasanya berenang tapi tak sempat mengambil nafas? Ya, kau tenggelam..
III
Mengertilah.. hidup seseorang juga sama pentingnya dengan hidupmu. Kau tak bisa memaksakan apapun. Mungkin sedari awal itu bukan tempatmu.
You are not the center of the universe..
Kamu tak begitu penting bagi mereka
Nilai plusnya kau tak perlu bersusah payah
Santai saja 🥲
IV
Tau ga K-Drama dengan karakter tokoh terngenes sekarang jadi favorit. Semakin sengsara semakin menarik.
Diri yang butuh validasi bahwa hidupnya sama-sama mengerikan.
V
Bukan tanpa alasan Tuhan menempatkanmu di ambang batas akhir penerimaan
Mungkin sudah saatnya beristirahat lalu menyerahkan segala urusan pada rencanaNya
Yang sering kau interupsi dengan angkuh.
VI
Barang Mewah
Kau tahu, aku juga layaknya manusia biasa yang banyak mengeluh. Protes negosiasi terhadap Tuhan pun sering terjadi ketika menjelang lelap menuju derita satu ke derita lainnya.
Banding dimana tetap akulah yang kalah. Cinta ya? barang mewah yang rasanya tak mampu kubeli. Jauh, jauh disana aku meninggalkannya. Tak mampu kubawa bersama luka-luka. Aku sibuk sedari dulu membereskan ini dan itu. Membereskan dunia kecilku yang semakin kecil semenjak ibu tiada.
Aku tak mampu membeli cinta.
VII
Musim Keruh
Hidup ya memang begini rupanya
Semua serba belajar
Belajar tumbuh setelah mati berkali-kali
Yang di punya hanya helaan nafas yang terbatas waktu
Musimku memang sedang keruh
Bukan berarti musimku tak kan berganti kan?
Menanti musim-musim berikutnya
Lalu kembali belajar, bertahan..
Melangkah jauh dari semua yang pernah di ingini
Mematikan semua ambisi pada bentuk apapun
Sepantasnya tak begini
Untuk hidup yang berharga
Mulailah bermimpi indah sekali lagi ..
Desember 2024
VIII
Hari-hari tergelap jika dipikir-pikir sekarang itu sebuah anugerah. Dulu kau mampu tetap menyala meski tak seterang biasa, kau tak pernah padam.
Kau bersinar.
Sedikit mengerti mengapa Sisyphus dikatakan bahagia meski mendapat kutukan untuk menggelindingkan batu ke puncak gunung tetapi batu itu akan kembali menggelinding ke dasar setiap kali ia mencapai puncak.
Mei 2025
Komentar
Posting Komentar